|
ARTI
PENTING ISO 9001 : 2000
Visi telah dirumuskan bersama para pegawai bahwa
PPPPTK IPA harus menjadi lembaga bertaraf internasional,
sehingga semuanya harus berpandangan jauh ke depan
serta perlunya pengakuan internasional tentang penyelenggaraan
tugas pokok dan fungsi.
Penyamaan persepsi dilakukan melalui berbagai kesempatan.
Pembentukan tim dilakukan melalui Outbound agar
semua pihak meleburkan diri untuk bersama-sama mencapai
tujuan. Semua pegawai tanpa kecuali mengikuti program
ini yang bekerjasama dengan PT. Begawan Bandung
yakni suatu perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan
sumber daya manusia.
Langkah berikutnya dilakukan benchmarking ke lembaga-lembaga
nasional dan internasional terutama yang telah menggunakan
sistem manajemen mutu. Di sini diperoleh pengalaman
dari lembaga tersebut mengenai mekanisme dan prosedur
dalam meningkatkan manajemen dan administrasi perkantoran
moderen.
Tidak cukup dengan belajar mandiri, nampaknya perlu
mendatangkan konsultan manajemen yang mengarahkan
pada suatu standar internasional. Keberadaan konsultan
dimanfaatkan secara optimal untuk menyusun pengembangan
organisasi, sasaran mutu, kebijakan mutu dan pedoman
mutu termasuk prosedur-prosedur yang menjadi persyaratan
dalam sistem manajemen mutu.
Pedoman mutu tersebut menjadikan acuan dalam sistem
manajemen mutu karena di dalamnya berisikan berbagai
ketentuan persyaratan yang harus dipenuhi. Maka
semua unit kerja secara keseluruhan menjalankan
prosedur-prosedur yang telah ditetapkan bersama.
Sering kali dilakukan tinjauan manajemen yang dihadiri
oleh seluruh unit kerja untuk senantiasa memperbaiki
kekeliruan-kekeliruan dalam menerapkan standardisasi.
Pelatihan demi pelatihan dilakukan agar senantiasa
percaya diri untuk menjalankan standardisasi. Ternyata
manajemen mutu tersebut terletak pada komitmen yang
besar dari para warganya. Sehingga pada saat melaksanakan
audit internal yang dilakukan secara silang antar
unit kerja, semua dalam keadaan siap, satu sama
lain saling koreksi untuk perbaikan terus menerus.
Sampai pada waktunya untuk dilakukan audit eksternal
yang juga disebut sebagai audit sertfikasi yakni
suatu langkah yang menentukan tentang kelayakan
untuk diajukan mendapatkan sertifikat. Audit ini
dilakukan oleh badan audit sertifikasi internasional
tentang pelaksanaan prosedur-prosedur sesuai dengan
pedoman mutu yang diberlakukan.
Hasil audit eksternal ternyata layak untuk diajukan
dan mendapatkan sertifikat ISO 9001 : 2000 dan pada
akhirnya SAI Global International di Australia dan
IQNet mengeluarkan sertifikat tersebut dengan nomor
QEC 22039 tanggal 12 Desember 2004.
Hari ini, PPPPTK IPA telah memiliki "nama besar"
sebagai institusi Depdiknas yang diakui secara internasional
dalam sistem manajemen mutu untuk pengembangan pendidikan
dan pelatihan serta pelayanan umum lainnya bagi
guru IPA Sekolah Dasar, Sekolah Lanjutan, dan Sekolah
Menengah.
Adalah kewajiban bagi setiap pegawai PPPPTK IPA serta
harapan kepada pihak-pihak terkait untuk mempertahankan
prestasi ini dan secara terus-menerus meningkatkan
prestasi, melaksanakan misi dan moto untuk meraih
visi di masa mendatang.
Resertifikasi ISO 9001:2000
Sejak tanggal 16 November 2004 P4TK IPA telah menerapkan Sistem Manajemen Mutu IS0 9001:2000 dengan nomor registrasi QEC 22039, setiap 6 (enam) bulan sekali selalu dilakukan Surveillance Audit oleh Auditor dari PT. SAI Global Indonesia. Pada tahun 2007 merupakan tahun ketiga kepemilikan serifikat ISO 9001:2000 dan untuk memperbaharuinya pada tanggal 15 dan 16 Nopember 2007 dilakukan Triennial Recertification (Renewal) Audit oleh PT. SAI Global Indonesia dengan Auditor Bapak Saleh Mulachela dan Bapak Irawan. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat dan meyakinkan komitmen dan konsistensi P4TK IPA dalam menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000. Berdasarkan hasil audit, Auditor menyimpulkan bahwa: “P4TK IPA direkomendasikan untuk mendapatkan kembali Sertifikat ISO 9001:2000.
Beberapa temuan dari hasil audit ( audit findings ):
- Program : no comment
- Widyaiswara :
a. Pengendalian modul diklat, sampel jurusan IPBA, ada materi penting tetapi tidak tersampaikan ke peserta, perlu adanya konsistensi dalam setiap bahan ajar (modul, hand out, SAP dan bahan – bahan lainnya) dalam bentuk softcopy.
b. Tidak ada konsistensi dalam konsep pembuatan soal
c. Produk final tidak ada pengesahan/validasi
d. Pada saat sampling simulasi mengajar, daftar hadir sudah ditandatangani tetapi tidak ada keterangan tanggal dan nama instruktur
e. Terkait dengan penelitian, saran untuk kegiatan seminar perlu rencana yang matang seandainya acara tidak sesuai dengan jadwal, seluruh fasilitas harus dicek.
- Pengadaan : no comment
- Manajemen system (WMM) : no comment
- Publikasi : naskah terbatas hanya pada artikel ilmiah, sebaiknya apapun bentuk naskah harus melewati proses Review, Verifikasi, dan Validasi
- Perpustakaan :
a. Katalog system
b. Buku tanpa card
c. Quality Objective /sasaran mutu harus SMART (Specific, Measurable, Achievable,Realistic and Time-Bound )
d. Format kepuasan pelanggan, buku tamu, perpanjangan peminjaman buku
- Perbaikan : belum ada bukti review dan serah terima dokumen
- Wisma : Tidak ada jadwal perawatan wisma, untuk saran sasaran mutu untuk kebutuhan mendasar kurang tepat
- Kepala PPPPTK IPA mengingatkan kepada semua pegawai untuk memperbaiki semua yang harus ditindaklanjuti berkaitan dengan ISO. Kepala PPPPTK IPA juga mengucapkan terima kasih atas kerjasama dengan para auditor dari SAI GLOBAL.
- Auditor merekomendasikan PPPPTK IPA untuk mendapatkan kembali sertifikat ISO 9001:2000 walaupun masih sementara karena menunggu hasil dari pihak SAI GLOBAL. Para auditor juga mengucapkan selamat kepada PPPPTK IPA yang selama ini telah menerapkan sistem manajemen mutu.
Surveillance Audit 27 Juni 2008
Proses dan hal-hal yang ditanyakan dalam audit eksternal pada tiap-tiap unit:
- WMM
- sistem manajemen: daftar induk dokumen, daftar dokumen, cara pengendalian dokumen (ada dalam daftar prosedur), perubahan kebijakan mutu dari tahun 2007 ke tahun 2008, sasaran mutu dijabarkan ke unit kerja masing-masing, pelaksanaan evaluasi atau monitoring sasaran mutu per 6 bulan, laporan ketercapaian sasaran mutu 2008, posisi Bapak Iwan Heryawan dalam manajemen mutu, pelaksanaan rapat tinjauan manajemen.
- Proses audit internal: jadwal audit, auditor independen terhadap unit kerja yang diaudit, auditor memiliki kelayakan untuk mengaudit, masih terdapat kerancuan dalam laporan audit tentang pemahaman istilah koreksi dan tindakan koreksi pada laporan audit yang dilakukan di seksi program sehingga perlu ditingkatkan pemahaman tentang pengertian tindakan koreksi dan koreksi; tindakan koreksi adalah menghilangkan penyebab supaya tidak terulang lagi, sedangkan koreksi adalah menghilangkan ketidaksesuaian sehingga sebelumnya tidak ada menjadi ada.
- Format dokumen tidak semuanya memiliki nomor dan status revisi sehingga status revisi tidak semuanya ada pada tiap formulir. Seharusnya setiap formulir ada status revisinya. Oleh karena itu, perlu dibuatkan daftar induk status dan nomor terakhir format yang digunakan. Untuk memudahkan penomoran dan status revisi perlu mengubah prosedur revisi yang ada dengan menambah kolom ke samping atau dalam bentuk worksheet. Alternatif daftar induk format yang dapat digunakan:
No |
No Formulir |
Judul Formulir |
Status Revisi |
1 |
....... |
Laporan Audit Internal |
1-1-07 |
5-7-08 |
..... |
..... |
.... |
.... |
|
|
|
- Widyaiswara:
Ada beberapa jurusan, tindakan perbaikan audit tahun lalu, contoh pengesahan SAP, format-format evaluasi, contoh bahan ajar yang sudah divalidasi, training untuk tahun 2008, sasaran mutu widyaiswara, ketercapaian sasarn mutu, prosedur-prosedur yang digunakan widyaiswara, prosedur pengendalian rekaman, keberadaan pembuat soal dalam tim penilai.
- Subbagian Tata Usaha:
Jumlah staf pada bagian pemeliharaan, jumlah pengurus wisma dan guest house, berita acara permohonan perbaikan dan serah terima perbaikan berikut rincian harga/biaya perbaikan, sasaran mutu harus dibuat kearah peningkatan kualitas, checklist kebersihan, daftar prosedur kerja, format-format, daftar format dan revisi pada setiap format dan pada penggunaan, daftar rekaman harus diisi, sasaran mutu harus disusun dengan prinsip SMART ( spesific, measureable, achieveable, result-oriented, time frame ), sasaran mutu nomor 1 dan nomor 2 harus dibuat spesifik dengan menambahkan minimal 1 bulan sekali , kriteria kebersihan belum ada sehingga perlu dibuat pedomannya dan disepakati bersama.
Laporan hasil audit eksternal oleh auditor:
- Audit internal telah dilakukan oleh auditor terlatih, independen, komprehensif dan sudah ditindaklanjuti. Kepuasan pelanggaln sudah dimonitor dan hasilnya cukup baik. Semua dokumen sudah dikendalikan, namun belum semua formulir dikendalikan dengan benar. Beberapa formulir tidak ada status revisinya sehingga formulir sulit diidentifikasi perihal statusnya revisi terakhir atau bukan. Untuk itu, harus dibuat master formulir yang sederhana.
- Proses manajemen sudah tertata bagus, rekaman terakomodasi dengan baik. Formulir yang belum terkendali perlu diperhatikan.
- Pemeliharaan telah dilakukan dan dibuat sasaran mutunya. Sasaran mutunya perlu diriview ulang karena ada sasaran mutu yang tidak terukur, padahal sasaran mutu harus dapat diukur, spesifik dan dapat tercapai.
- Jadwal pemeliharaan dan kebersihan sudah ada, namun tidak disertai dengan kriteria kebersihan seperti apa. Tolak ukurnya belum ada sehingga perlu ditetapkan.
- Prosedur pengendalian rekaman sudah ada, namun perlu dibuat daftar rekaman berikut masa simpannya. Masa simpan rekaman perlu ditetapkan kembali sehingga tidak semua rekaman dokumen disimpan sampai lima tahun agar efisien dan tidak memenuhi gudang.
- Secara keseluruhan sistem manajemen mutu ISO 9001:2000 secara konsisten telah diterapkan di PPPPTK IPA sehingga PPPPTK IPA direkomendasikan untuk tetap memegang sertifikat ISO 9001:2000.
Dirgahayu!
|