| 
Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa berdiri di atas ilmu kebumian (earth science) dan astronomi. Ilmu kebumian dan astronomi sendiri berdiri di atas ilmu-ilmu dasar (biologi, kimia, dan terutama fisika).
Secara fisis, bumi dibagi menjadi tiga bagian yaitu atmosfer, lautan dan bumi-padat. Masing-masing bagian bumi tersebut menjadi objek bagi ilmu kebumian tertentu. Atmosfer menjadi kajian meteorologi dan klimatologi, lautan menjadi kajian oseanografi, bumi-padat menjadi kajian geofisika dan geologi. Dari pokok ilmu kebumian tersebut kemudian bercabang membentuk bidang keilmuan tertentu dengan objek yang lebih spesifik. Vulkanologi (dengan objek khusus gunungapi), seismologi (dengan objek khusus gempa bumi) dan sebagainya.
Sedangkan benda-benda di luar bumi (yang berarti di luar atmosfer bumi), seperti planet, tata surya, galaksi dan sebagainya menjadi objek kajian ilmu astronomi dan cabang-cabangnya seperti astrofisika, kosmologi dan sebagainya.
Oleh karena itu, bidang kajian IPBA meliputi tidak hanya benda-benda langit tapi juga bumi beserta fenomenanya seperti cuaca, iklim, gempa bumi, pemanasan global, gunungapi dan sebagainya.
Peralatan di Lab. IPBA
Beberapa peralatan yang ada di Lab. IPBA adalah:

Altimeter
|

Anemometer Digital
|

Soil Tester
|

Kompas |

Barometer
( Aneroid Baromaeter )
|

Higrometer ( Sling Hygrometer ) |

Koleksi Batuan
|

Sampel Batuan
|

Palu Geologi
|

Palu Geologi
|

Tabel Ukuran Butir Wentworth |

Rain Gauge
|

Lup
( Hand Glass )
|

Magnet Batang
|

Globe |

Model Bola Langit |

Model Tata Surya
|

Model Gerhana
|

Mikroskop Batuan |

Teleskop |
|